Ubi Jalar Merah untuk Kesehatan

Ubi jalar, siapa tak kenal. Umbi-umbian murah ini jarang masuk dalam menu keluarga kita. Kalau diabsen, tak banyak hidangan Indonesia yang terbuat dari ubi jalar, khususnya ubi jalar merah. Ubi jalar biasanya hanya dikukus, digoreng, dikolak, dan yang mentah disantap sebagai rujak atau asinan

Ubi jalar merah merupakan umbi-umbian yang mengandung senyawa antioksidan paling komplet. Selain vitamin, A, vitamin C, dan vitamin E, ubi jalar merah berlimpah vitamin B6 (piridoksin). Seperti ketiga vitamin yang lain, vitamin B6 berperan penting dalam menyokong kekebalan tubuh. Rajin menyantap ubi jalar merah membantu tubuh memproduksi sel pelawan penyakit (antibodi).

Kalau tak ingin kondisi mental merosot, kesehatan jantung terganggu, mudah terserang infeksi baik karena virus atau bakteri, serta jauh dari kanker, makanlah ubi jalar merah lebih sering dan lebih banyak. Apalagi jika kita telah cukup berumur (40 tahun), saat kemunduran fungsi sel sudah mulai terjadi.

Kemampuan membentengai tubuh terhadap serangan jantung maupun stroke juga dimiliki vitamin B6 yang tersimpan dalam ubi jalar. Vitamin B6 membuyarkan aktifitas suatu zat bernama homosistein, sehingga kadar lemak/kolesterol darah berlebihan tidak menimbulkan penyumbatan pada pembuluh darah.

Sayangnya, menurut sebuah hasil penelitian, keberhasilan vitamin B6 mematahkan aksi homosistein ini baru terlihat setelah kita rajin makan ubi jalar merah sedikitnya tiga kali seminggu selama dua tahun. Walaupun demikian, jika kita tidak beresiko berat terhadap stroke maupun serangan jantung, manfaat rajin menyantap ubi jalar merah bisa dirasakan lebih cepat.

Agaknya hamper semua zat gizi yang terkandung dalam ubi jalar merah mendukung penuh kemampuannya memerangi serangan stroke maupun jantung koroner. Kesimpulan sebuah hasil penelitian menyebutkan, kalium dalam ubi jalar merah memangkas 40% resikompenderita hipertensi terserang stroke yang fatal. Sementara tekanan darah yang berlebihan pun merosot 25%.

Jika demikian kenyataannya, kini jangan pernah lagi menganggap remeh ubi jalar merah. Nikmati kapan saja kita suka sambil memetik manfaatnya.

Sumber : Majalah Sedap Sekejap 8/III/2002. Penulis ; Wied Harry Apriadji, ahli gizi dan Kuliner.

2 Responses to “Ubi Jalar Merah untuk Kesehatan”

  1. wan Says:

    memang benar kata bapak, saya mula menyatap ubi jalar mulai puasa ramadan.Saya bersahur dengan ubi jalar merah. Badan bisa kuat sekali. Sebiji sudah cukup untuk aktif dibulan puasa. Tubuh jadi mantap. Daya sex bertambah. Ini indikatur sihat fizikal dan mental. Orang selalu mencari ubat untuk daya sex tetapi lupa yang ubi jalar merah sangat mujarab. Ayok kita cuba ubi jalar merah untuk kuatkan badan kita.

  2. Ready Says:

    Wow, bener nih? aku kurang suka sama ubi jalar merah, tapi, setelah baca komentar Wan di atas, jadi penasaran pengen coba nih, he, he, coba yuk, Ti?

Leave a Reply