Jabatan

Pagi tadi saya mendengar percakapan antara kepala sekolah dengan guru, bukannya saya menguping pembicaraan orang, tapi memang percakapan itu terjadi di ruangan yang sama dengan tempat saya berada. Mereka berbicara tentang salah seorang rekan mereka yang jadi berubah setelah menduduki jabatan tinggi. Dahulu, mereka akrab sekali, karena satu kampung dan teman masa kecil, tapi sekarang berubah.

Waktu ada pertemuan dengan rekan mereka yang jadi pejabat itu, mereka senang karena bertemu teman akrab , tapi ternyata ketika bersalaman, teman pejabat itu jangankan tersenyum dan menyapa dengan ramah, melirik pun tidak. Dia hanya memberikan tangannya untuk disalami, tapi wajahnya berpaling kearah lain. Wow, saya bisa membayangkan perasaan mereka waktu itu. Kecewa? Jelas, sedih ? Pasti. Mereka sangat menyayangkan sikap pejabat teman mereka itu, padahal senyum dan ramah itu kan tidak bayar, tapi mengapa begitu sulit dilakukan ? Apakah karena sekarang dia merasa sudah tidak se level lagi dengan temannya ? Jika benar demikian, waduh, sombong sekali. Apa dia tidak sadar, kalau seorang atasan tidak akan sukses tanpa dukungan dari bawahan ?

Sebetulnya, hal seperti ini bukannya pertama kali saya dengar, sudah sejak lama saya dengar hal yang sama dari ibu saya, dan dari teman saya. Untunglah saya belum pernah mengalami sendiri hal seperti ini, Alhamdulillah, teman-teman saya yang sudah mempunyai jabatan lebih tinggi dari saya, tetap ramah dan tetap seperti dulu, tidak berubah, dan saya sangat bangga pada mereka.

Kembali ke pejabat yang sombong tadi, apakah dia tidak sadar, bahwa jabatan itu adalah sesuatu yang tidak abadi ? Bagaimana jika suatu saat ketika dia sudah pensiun ? Pasti dia akan memerlukan teman-temannya yang dulu, dan jika sekarang dia begitu sombong, apakah teman-temannya mau bersikap ramah padanya ketika dia pensiun nanti? Itu tergantung kebesaran hati teman-temannya, tapi jika saya, tidak akan menerima dia sepenuh hati. Saya bukan jenis orang yang dengan mudah memaafkan orang yang sudah begitu menyakiti perasaan saya. Sikap Saya tergantung pada sikap orang terhadap saya, orang bersikap baik pada saya, saya bisa lebih baik lagi padanya, tapi jika orang bersikap jahat pada saya, saya tidak akan repot-repot memikirkan orang seperti itu, cape. Biar Allah SWT saja yang membalas semuanya. (he,he kirain mau lebih jahat lagi padanya. Ya nggak lah, saya bukan orang jahat kok).

Jadi, kepada para pejabat, tolong diperhatikan sikapnya ya, bukannya saya sok menasihati, tapi ini demi kebaikan kita semua. Bukankah Negara kita terkenal dengan keramahannya ? Masa kita hanya bersikap ramah pada orang asing, sedangkan pada orang-orang yang dekat dengan kita, kita bersikap begitu ketus?

Well, ini hanyalah sebuah tulisan saya karena merasa gerah saja dengan sikap-sikap arogan seperti itu. Yuk, kita bersama-sama belajar tersenyum dengan tulus kepada setiap orang, baik itu kepada orang yang jabatannya lebih tinggi atau yang jabatannya lebih rendah, karena di hadapan Allah SWT, bukan jabatan yang jadi ukuran, tapi tingkat keimanan dan ibadah kita kepada-Nya.

3 Responses to “Jabatan”

  1. anata no koibito Says:

    setuju TAN,aku juga gerah banget kalau cuaca panas,he2. yah,memang manusia cenderung untuk bangga pada jabatan,dan memandang rendah orang yang tidak sederajat dengannya.kita bisa apa?paling mengurut dada.saat ini paling tepat untuk memaafkan,besok idul fitri kan?maaf lahir batin ya TAN.

  2. Ready Says:

    aduh, keduluan lagi sama anata no koibito nih, aku telat tau tentang blogmu. tentang para pejabat sombong itu, yah, itu mah biasa atuh Ti, kalo ga sombong, bukan pejabat namanya, he,he salah ya, maksudku, ga semua pejabat sombong, itu mah cuma oknum, buktinya aku ga sombong kan? aku kan pejabat juga (pengangguran jawa barat, :D )

  3. Yuda Says:

    Hmm,…pejabat angkuh ya. Saya juga sering menemukan(deuh,menemukan,emangnya barang hilang, :D ). Maksud saya,sering bertemu dengan pejabat model itu. Banyak banget. Tapi,pejabat yang bersih juga tidak sedikit kok,yah,itulah kehidupan,ada yang hitam,ada yang putih,ada yang jelek,ada yang cakep(seperti pemilik blog ini, :D ),kalau tidak ada pejabat angkuh,dunia ga bakal rame. Saling melengkapi dan saling mengisi,(seperti Yuda dan Tantiku,saling melengkapi,betul kan,bu guruku yang cantik?)

Leave a Reply